WONOSALAM [20/3/2026] – Dalam upaya menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M, Pemerintah Kecamatan Wonosalam menggelar apel konsolidasi gabungan dalam rangka cipta kondisi. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Camat Wonosalam, Yudha Asmara, bertempat di halaman Kantor Kecamatan Wonosalam pada Kamis malam, 19 Maret 2026.

Apel ini menjadi simbol kekuatan sinergitas lintas sektoral di wilayah Wonosalam. Personel gabungan tampak memadati jajaran apel, terdiri dari unsur TNI (Koramil Wonosalam), Polri (Polsek Wonosalam), Satpol PP Kecamatan Wonosalam, serta dukungan penuh dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan perguruan pencak silat. Hadir di antaranya anggota Banser, Pemuda Pancasila, Senkom, serta pendekar dari PSHT, IKSPI Kera Sakti, dan Pagar Nusa, yang berikrar bersama menjaga kondusifitas wilayah.

Dalam arahannya, Camat Wonosalam, Yudha Asmara – atau yang akrab disapa Mas Yudha – menekankan prioritas utama pada pelayanan masyarakat, khususnya dalam menghadirkan rasa aman dan memelihara Ketertiban Umum (Harkamtibmas). Beliau menyoroti dinamika sosial yang unik pada momen lebaran tahun ini, di mana terdapat potensi perbedaan waktu perayaan Idul Fitri, serta bertepatan dengan hari besar keagamaan lainnya.

“Meskipun malam ini sebagian saudara kita sudah ada yang melaksanakan Takbiran dan bersiap merayakan Idul Fitri esok hari pada 20 Maret 2026, kita juga mengetahui versi Pemerintah menetapkan Idul Fitri jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Di saat yang bersamaan, umat Hindu juga sedang bersiap melaksanakan Brata Penyepian. Justru di tengah perbedaan inilah, kedewasaan kita diuji. Kita harus mengedepankan semangat toleransi dan saling menghormati,” tegas Mas Yudha.

Senada dengan Camat, Komandan Koramil (Danramil) Wonosalam, Kapten Nanang, memberikan penekanan terkait kesiapsiagaan personel. Beliau meminta seluruh unsur yang terlibat untuk tidak underestimate terhadap situasi sekecil apa pun.

“Kepada seluruh peserta apel, saya minta untuk selalu siap dan siaga. Jika terjadi gangguan keamanan, sekecil apa pun itu, harus segera diatasi di lapangan dan segera dilaporkan berjenjang kepada pimpinan agar keputusan strategis dapat diambil dengan cepat dan tepat,” instruksi Danramil.

Sementara itu, Kapolsek Wonosalam, IPTU Aspio, menyoroti aspek penegakan aturan demi kenyamanan bersama. Pihaknya berjanji akan menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang mengganggu kekhusyukan malam takbiran, seperti penggunaan petasan maupun fenomena sound horeg yang kerap meresahkan masyarakat.

“Jika ada yang menyalakan petasan, atau konvoi menggunakan sound horeg saat takbiran nanti, saya minta masyarakat atau rekan-rekan relawan segera lapor. Nanti tim dari Polsek akan langsung turun tangan dan melakukan penindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujar IPTU Aspio.

Usai pelaksanaan apel yang berlangsung tertib, kegiatan dilanjutkan dengan sesi konsolidasi santai. Forkopimcam dan perwakilan ormas/perguruan silat duduk bersama menikmati kopi hangat untuk mempererat tali silaturahmi dan mematangkan koordinasi lapangan.

Sebagai langkah konkret dari apel ini, tim gabungan telah menjadwalkan patroli skala besar yang akan dilaksanakan pada Jumat malam, 20 Maret 2026. Patroli gabungan ini bertujuan untuk menyisir titik-titik rawan dan memastikan wilayah Wonosalam tetap kondusif, aman, dan damai sepanjang malam takbiran hingga hari raya tiba.

(shofured)