Sebagai tradisi tahunan wujud syukur atas hasil panen dan doa bersama agar desa terhindar dari bencana, Pemerintah Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam, menyelenggarakan Sedekah Bumi di kantor desa setempat pada Selasa, 10 Februari 2026.

Ketua Panitia, Samsul Hadi, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan Sedekah Bumi ini telah dilaksanakan mulai 31 Januari dan 1 Februari dengan bancakan tumpeng dari 17 RT dan iring-iringan sound dan kesenian ludruk pada 10 Februari, diawali dengan ziarah kubur ke makam leluhur pada 6 Februari, dilanjutkan doa lintas agama pada 9 Februari, dan puncaknya adalah sedekah bumi pada hari ini, 10 Februari 2026.

“Atas nama panitia, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, baik tenaga, pikiran, maupun materi. Saya juga menyampaikan permohonan maaf jika ada kesalahan dan kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini,” kata Ketua Panitia.

Alhamdulillah, kegiatan sedekah bumi ini dihadiri oleh warga desa dan tokoh masyarakat, serta diisi dengan berbagai acara, termasuk doa bersama, makan bersama, dan hiburan. Anggaran yang digunakan untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp120 juta dari swadaya masyarakat dan Pemerintah Desa Wonokerto, ucapnya.

Kemeriahan Sedekah Bumi dengan semangat gotong royong dan rasa kepedulian terhadap lingkungan ini dihadiri Camat Wonosalam Yudha Asmara, S.STP. M.E. “Semoga acara ini membawa manfaat bagi kita semua dan memperkuat rasa kebersamaan di desa kita tercinta ini. Kami juga berharap agar tradisi sedekah bumi ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi salah satu identitas Desa Wonokerto,” tambahnya.

Acara sedekah bumi ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian tradisional dan pameran produk lokal. Warga desa juga dapat menikmati makanan dan minuman tradisional yang disajikan secara gratis.

Sementara itu, Kepala Desa Wonokerto, Khoirul Andik, menyampaikan ungkapan rasa syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah dan memohon keselamatan (tolak balak), memupuk semangat gotong royong, dan memperkuat kekompakan warga (guyub rukun).

Kegiatan bersih desa ini kami selenggarakan setiap tahun dengan harapan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan menjaga tradisi leluhur. Alhamdulillah, tahun ini kami dapat menyelenggarakan dengan baik dan sukses. “Semoga membawa manfaat bagi kita semua, tandas Kades Andik.

Bupati Jombang, Abah Warsubi, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala DPMD Pemerintah Kabupaten Jombang, Sudiro Setiono, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Kepala Desa dan seluruh masyarakat dan para undangan yang hadir karena Abah Bupati tidak bisa hadir karena ada kegiatan bersamaan di Jakarta.

“Terima kasih kepada masyarakat yang tetap menjaga nilai-nilai kehidupan lokal dan budaya sedekah bumi dengan doa bersama, pengajian, dan diakhiri dengan makan bersama. Kita harus saling menjaga, saling mengingatkan, dan saling tolong menolong dalam membangun desa,” pungkas Sudiro, mengakhiri sambutan Bupati Jombang.