WONOSALAM – Ada pemandangan berbeda dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 di Kecamatan Wonosalam kali ini. Tim WELAS (Wonosalam Empati Lansia dan Disabilitas) yang biasanya identik dengan gerakan blusukan menyambangi warga usia senja, mendadak "pindah haluan" mendatangi sekolah dasar untuk menyebarkan semangat kasih sayang kepada generasi muda.
Bukan tanpa alasan, tim kemanusiaan ini hadir untuk membagikan keceriaan bagi siswa-siswi di SDN Sambirejo 1 dan SDN Sambirejo 3 pada Kamis (7/5/2026). Mereka membawa "kado istimewa" yang sangat dinanti, berupa paket perlengkapan sekolah lengkap mulai dari sepatu baru, tas, seragam, hingga tumpukan buku tulis. Rona bahagia terpancar jelas dari wajah 6 anak di SDN Sambirejo 1 dan 5 anak di SDN Sambirejo 3 yang menerima bantuan tersebut.
Salah satu momen menyentuh terlihat saat Rifqi Fatin Fajarudin, siswa kelas 4 SDN Sambirejo 3, langsung mencoba sepatu barunya. Dengan wajah sumringah, Rifqi mengungkapkan rasa senangnya karena kado tersebut sangat ia butuhkan. "Senang sekali dapat sepatu baru, ukurannya pas dan sangat nyaman dipakai. Jadi makin semangat berangkat ke sekolah," celetuknya polos yang langsung disambut senyum hangat rombongan yang hadir.

Sinergi Kuat dan Kepedulian Tanpa Batas
Aksi hangat ini dapat terlaksana berkat kekompakan luar biasa dari para stakeholder di wilayah Wonosalam yang bahu-membahu turun ke lapangan. Terlihat hadir langsung memberikan dukungan penuh mulai dari Camat Wonosalam (Yudha Asmara), Kapolsek Wonosalam, Danramil Wonosalam, Kepala Puskesmas Wonosalam, jajaran K3S, Koordinator Kepala Desa (Wartomo), hingga Kepala Desa Sambirejo bersama seluruh personel Tim WELAS.
Hadir di lokasi, Camat Wonosalam, Yudha Asmara, memberikan pesan mendalam mengenai esensi pendidikan. Beliau menekankan bahwa urusan mencerdaskan kehidupan bangsa tidak boleh hanya dianggap sebagai beban sekolah semata.
"Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Kita tidak bisa hanya berpangku tangan dan menyerahkan masa depan anak-anak sepenuhnya kepada pihak sekolah. Semua elemen—pemerintah, aparat, hingga donatur—harus ikut ambil bagian. Dana program WELAS ini pun murni hasil sumbangan sukarela para ASN, anggota TNI, POLRI, Aparatur Desa, hingga donatur lainnya, bukan dari anggaran pemerintah. Ini murni dari hati untuk meringankan beban sesama," tegas Yudha.
Apresiasi dari Pihak Sekolah

Kepala SDN Sambirejo 3, Karyono, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya melihat keceriaan anak didiknya. "Terima kasih banyak tim WELAS. Manfaatnya sangat nyata dirasakan siswa kami. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian yang sangat berarti bagi keberlangsungan belajar mereka. Kami berharap program luar biasa ini terus berlanjut," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala SDN Sambirejo 1, Naindhi Farida. Ia terharu melihat anak-anak menyambut perlengkapan sekolah baru yang diharapkan meningkatkan rasa percaya diri mereka di kelas. "Melihat anak-anak tersenyum gembira adalah kebahagiaan bagi kami. Ini kado terindah di momentum Hari Pendidikan ini," pungkasnya.
Aksi ini sekali lagi membuktikan bahwa semangat 'Welas Asih' di Wonosalam benar-benar menjadi pondasi dalam membangun masa depan generasi penerus bangsa. (shof)