Wonosalam, Jombang – Menanggapi aspirasi warga yang sempat viral di media sosial terkait kondisi infrastruktur jalan, Camat Wonosalam, Yudha Asmara, bergerak cepat dengan melakukan peninjauan lapangan di kawasan Junggo, Desa Wonosalam, pada Senin (2/2/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Camat Yudha tidak sendirian. Beliau didampingi oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kasi Trantib, Kepala Desa Wonosalam, serta Pendamping Lokal Desa (PLD). Kehadiran jajaran stakeholder ini bertujuan untuk melihat langsung titik kerusakan dan merumuskan solusi konkret bagi mobilitas warga.

Fakta Lapangan:
Pengerjaan Belum Tuntas
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, ditemukan bahwa ruas jalan tersebut sebenarnya telah mendapatkan sentuhan perbaikan pada tahun anggaran 2025. Namun, pengerjaan tersebut memang belum selesai sepenuhnya (tuntas) sehingga masih menyisakan bagian jalan yang rusak dan menjadi keluhan masyarakat.
Hal ini diperkuat dengan adanya prasasti proyek "Dana Desa T.A. 2025" di sekitar lokasi yang menunjukkan upaya pembangunan jalan rabat beton dengan volume 153m x 3m x 0,15m.

Himbauan dan Solusi Alternatif
Camat Wonosalam, Yudha Asmara, meminta warga untuk tetap bersabar dan memahami kondisi keuangan daerah maupun desa saat ini.
"Kami berharap warga bisa bersabar terlebih dahulu. Perlu dipahami bahwa saat ini sedang ada kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat yang berdampak pada alokasi anggaran di tingkat desa," ujar Yudha di sela-sela peninjauan.
Meskipun terdapat kendala anggaran rutin, pihak kecamatan dan pemerintah desa tidak tinggal diam. Sebagai langkah solutif, Camat Yudha berencana mengupayakan keberlanjutan pembangunan jalan tersebut melalui jalur lain.
"Mudah-mudahan kekurangan pembangunan jalan ini nanti bisa kita ajukan melalui program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Jombang, agar akses transportasi warga di Junggo ini bisa segera mulus dan nyaman kembali," pungkasnya.
Peninjauan ini diakhiri dengan diskusi bersama tokoh masyarakat setempat untuk memastikan komunikasi antara pemerintah dan warga tetap berjalan harmonis.

(shofu red)