WONOSALAM – Langkah konkret diambil oleh jajaran pemangku kepentingan di Kecamatan Wonosalam untuk menyudahi polemik antara Kelompok Tani Hutan (KTH) Argo Tani Mulyo dengan Pengurus Air Tirtasalam. Pada Selasa (31/3/2026), tim gabungan melakukan peninjauan lapangan bersama di kawasan hutan Sumbergogor sebagai tindak lanjut dari kesepakatan rapat koordinasi sebelumnya.
Kegiatan ini diikuti oleh elemen Forkopimcam Wonosalam, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Nganjuk, Asper KBKPH Gedangan, Kepala Desa Wonosalam, PPL Pertanian, Pengurus Air Tirtasalam, serta anggota KTH Argo Tani Mulyo.
Kondisi Hutan Terjaga dan Aksi Penanaman Pohon
Berdasarkan hasil observasi langsung di lokasi, tim menemukan bahwa kondisi vegetasi hutan di kawasan Sumbergogor masih tergolong sangat baik. Ketersediaan debit air dari sumber mata air juga dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian masyarakat di wilayah Wonosalam dan sekitarnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penanaman bibit pohon secara simbolis di area sekitar sumber air untuk memperkuat resapan air tanah.
Kesepakatan Strategis Pengelolaan Kawasan
Melalui diskusi santai namun produktif di lokasi, seluruh pihak menyepakati empat poin krusial yang akan menjadi pedoman pengelolaan kawasan ke depan:
1. Pemasangan Plang Larangan: Akan dipasang papan peringatan mengenai radius perlindungan, yakni 50 meter di sisi kanan-kiri sungai dan 200 meter di sekitar sumber mata air, sesuai dengan kewenangan wilayah pengelolaan masing-masing.
2. Legalitas Kerja Sama: Mendorong adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pengurus Air Tirtasalam dengan KTH Argo Tani Mulyo, mengingat sumber air tersebut berada dalam radius wilayah pengelolaan KTH.
3. Pengawasan Partisipatif: Melibatkan seluruh stakeholder dalam skema pelestarian, pengelolaan, serta pengawasan hutan dan sumber air secara terpadu.
4. Koordinasi Reboisasi: Memastikan setiap pihak atau organisasi luar yang akan melakukan aksi reboisasi wajib melibatkan masyarakat lokal dalam penentuan titik tanam agar bibit yang ditanam dapat tumbuh maksimal dan tepat sasaran.
Aspirasi Masyarakat Lokal
Dalam kesempatan tersebut, Eko, salah satu anggota KTH Argo Tani Mulyo, menekankan pentingnya keterlibatan warga lokal dalam setiap aksi lingkungan.
"Kami berharap lembaga atau organisasi mana pun yang ingin melakukan pelestarian atau penanaman di sumber mata air agar berkoordinasi dengan kami masyarakat setempat. Tujuannya supaya penanaman pohon efektif, bibit yang dipilih sesuai, dan lokasinya tepat sasaran," ungkap Eko.
Peninjauan lapangan ini diakhiri dengan suasana harmonis, menandai babak baru kolaborasi antara pemanfaat air dan pengelola hutan di Wonosalam demi kelestarian alam yang berkelanjutan. (shofu.red)