Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) SDGs Berdampak Kelompok 40 UPN "Veteran" Jawa Timur menginisiasi program edukasi lingkungan dan kepariwisataan di Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 28–29 Juli 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengolahan sampah ramah lingkungan sekaligus mendukung pengembangan potensi wisata lokal. Agenda tersebut memadukan pemaparan materi dengan aksi nyata di lapangan.

Rangkaian kegiatan diawali pada Selasa (28/07/2026) malam di Balai Dusun Mendiro. Mahasiswa memaparkan materi pengelolaan sampah rumah tangga, teknik pembuatan biopori, hingga pengenalan metode kascing (bekas cacing) sebagai solusi pupuk organik. Selain edukasi ekologis, mahasiswa juga mendiskusikan potensi pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis keasrian alam desa.

Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, mulai dari perwakilan Kecamatan Wonosalam, Ketua RT, jajaran Karang Taruna, perwakilan siswa MA Faser, hingga puluhan warga Dusun Mendiro yang antusias menyimak pemaparan materi.

Edukasi ini sekaligus membuka wawasan warga bahwa limbah rumah tangga harian tidak sekadar tumpukan sampah tak berguna, melainkan potensi yang dapat dikelola secara bijak dan bermanfaat.

“Biasanya sampah dapur cuma dibuang begitu saja. Lewat sosialisasi tadi kita jadi tahu kalau sampah sayur ternyata bisa dimanfaatkan buat biopori. Bagus sekali, harapannya warga di sini makin rajin jaga kebersihan lingkungan,” ungkap salah seorang warga yang hadir.

Menindaklanjuti edukasi teoretis tersebut, pada Rabu (29/07/2026) pagi mahasiswa bersama warga menggelar aksi nyata pembuatan biopori. Langkah ini menjadi bentuk implementasi langsung dari materi yang telah dipaparkan malam sebelumnya. Kegiatan pembuatan ini dilaksanakan secara tersebar di empat titik area perkebunan warga dan kawasan Balai Dusun. Dalam aksinya, mahasiswa bersama warga mengaplikasikan teknik pengisian sampah organik berupa sisa sayuran rumah tangga pada bagian dasar lubang yang kemudian dilapisi dedaunan kering di bagian atasnya.

Ketua RT Dusun Mendiro, Bapak Sakri, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Menurut beliau, kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya menambah wawasan mengenai pengelolaan sampah organik dan pembuatan biopori, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena masyarakat mendapatkan pengetahuan baru tentang pengelolaan sampah organik dan pembuatan biopori yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saya berharap ilmu yang telah diberikan tidak berhenti sampai di sini. Saya juga akan menyampaikan kembali materi ini kepada warga lainnya agar semakin banyak masyarakat yang memahami dan memanfaatkan biopori sebagai salah satu upaya menjaga lingkungan," ujar Bapak Sakri.

Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa KKN SDGs Berdampak Kelompok 40 UPN "Veteran" Jawa Timur berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian lingkungan di Desa Panglungan. Penerapan teknik biopori tak hanya hadir sebagai solusi praktis mereduksi sampah organik rumah tangga, tetapi juga menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan lingkungan desa. Lebih dari sekadar program fisik, sinergi yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan hidup bersih secara mandiri, sehingga tercipta kawasan Desa Panglungan yang lebih asri, sehat, dan berkelanjutan.  (Tim Publikasi KKN Kelompok 40 & Kecamatan Wonosalam)