WONOSALAM – Menutup rangkaian perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948, umat Hindu yang tergabung dalam Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Jombang menggelar kegiatan Dharma Santi pada Minggu (05/04/2026). Bertempat di Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, acara ini berlangsung dengan khidmat sekaligus meriah sebagai simbol silaturahim dan pembersihan diri pasca pelaksanaan Catur Brata Penyepian.

Kegiatan tahun ini mengusung tema "Vasudaiva Kutumbakam", yang memiliki arti mendalam: Satu Bumi, Satu Keluarga. Tema ini mencerminkan komitmen umat Hindu untuk terus memupuk persaudaraan tanpa memandang perbedaan latar belakang, selaras dengan semangat kerukunan di wilayah Jombang.

Rangkaian Acara yang Sarat Budaya

Acara dibuka dengan penuh semangat nasionalisme melalui kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Doa Pambuka dan pembacaan suci Sloka. Suasana semakin semarak dengan penampilan berbagai tari-tarian tradisional yang memukau para tamu undangan, menunjukkan kekayaan budaya yang tetap lestari di lereng Gunung Anjasmoro.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kesempatan ini, di antaranya perwakilan Forkopimcam yang dipimpin langsung oleh Camat Wonosalam, Yudha Asmara. Hadir pula jajaran Kepala Desa dari Desa Galengdowo, Wonomerto, dan Jarak, serta tokoh-tokoh lintas agama dari unsur Islam dan Kristen. Kehadiran perwakilan Forum Kerukunan antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jombang, Didik Tondo Susilo, semakin mempertegas kuatnya jalinan toleransi di wilayah tersebut.

Apresiasi dan Pesan Kerukunan

Dalam sambutannya, Didik Tondo Susilo (FKUB) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada umat Hindu di Desa Jarak. Ia menilai kekompakan dan kerukunan warga setempat patut menjadi pilot project atau contoh bagi daerah lain di Indonesia.

"Kami mengajak seluruh umat Hindu agar tetap berkarya dan konsisten menjaga silaturahim. Meskipun perayaan Nyepi secara ritual telah usai dan ditutup dengan Dharma Santi hari ini, namun semangat kebersamaannya harus tetap menyala dalam kehidupan sehari-hari," ujar Didik.

Inspirasi "RUKUN" dari Camat Wonosalam

Sementara itu, Camat Wonosalam, Yudha Asmara (yang akrab disapa Mas Yudha), memberikan pesan yang sangat berkesan melalui sebuah akronim bermakna, yaitu RUKUN. Ia mengajak seluruh hadirin untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut demi menjaga kondusivitas wilayah:

• R - Robohkan egoisnya.

• U - Upayakan 4S (Senyum, Salam, Sapa, dan Silaturahim).

• K - Kenali karakteristik lingkungan dan kearifan lokalnya.

• U - Usahakan untuk menghindari provokasi yang dapat memecah belah persatuan.

• N - NKRI sebagai harga mati yang harus dijaga bersama.

Kegiatan Dharma Santi ini diakhiri dengan ramah tamah antarumat beragama, memperkuat pesan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan dalam satu keluarga besar di bawah naungan NKRI. (shofu.red)